Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Tuesday, November 15, 2011

Tiga Langkah Cegah Resiko Patah Tulang

REPUBLIKA.CO.ID,NYON - Profesor Heike Bischoff-Ferrari, direktur Centre on Aging and Mobility di University of Zurich, menulis sebuah laporan untuk menyambut Hari Osteoporosis Dunia yang jatuh pada tanggal 20 Oktober. Dalam laporannya setebal 24 halaman tersebut, Bischoff-Ferrari mempromosikan strategi tiga langkah untuk memperoleh tulang sehat dan otot kuat.

"Sederhananya, tak peduli berapa usia Anda, Anda dapat mengoptimalkan kesehatan tulang Anda dengan mengikuti tiga langkah penting berikut ini," kata Bischoff-Ferrari.

Pertama, ujar Bischoff-Ferrari, Anda harus memastikan asupan vitamin D yang cukup. Kedua adalah diet Anda harus mencakup jumlah kalsium dan protein yang cukup. Akhirnya, Anda harus memastikan bahwa Anda melakukan latihan menanggung berat badan dan latihan penguatan otot tiap hari.

Bischoff-Ferrari menekankan bahwa gabungan ketiga komponen ini diperlukan agar pembentukan tulang kuat dapat berjalan efektif. "Manfaat gizi yang sehat dan vitamin D yang memadai itu meningkatkan manfaat latihan. Begitu pula sebaliknya," ujarnya.

Inilah beberapa poin penting dalam laporan Bischoff-Ferrari:
  • Merokok, alkohol, dan berat badan kurang (indeks massa tubuh di bawah 19) terbukti berdampak negatif pada kesehatan tulang.
  • Aktivitas fisik harian mutlak penting untuk tulang dan kekuatan otot pada semua umur.
  • Latihan paling efektif adalah aktivitas menanggung berat badan seperti berjalan, naik tangga, melompat atau jalan cepat, serta latihan penguatan otot seperti angkat berat.
  • Program latihan menanggung berat badan itu mampu meningkatkan kecepatan cara berjalan, kekuatan otot dan keseimbangan. Pada manula, latihan tersebut dapat mengurangi resiko jatuh sebesar 25-50 persen.
  • Manula dengan asupan protein yang menurun itu lebih rentan terhadap kelemahan otot, sarcopenia dan kerapuhan. Semuanya dapat meningkatkan risiko jatuh dan patah.
  • Asupan kalsium dan protein yang cukup dapat dicapai melalui makanan bergizi yang mencakup produk susu, kacang-kacangan, beberapa sayuran kaya kalsium, buah dan air mineral. Produk susu memiliki kalsium terbanyak dan juga memberikan protein.
  • Vitamin D diproduksi di kulit setelah terpapar sinar matahari. Sumber vitamin D pada makanan agak terbatas. Vitamin D ditemukan pada ikan berlemak dan telur.
  • Produksi vitamin D di kulit menurun seiring dengan bertambahnya usia. Karena itu, manula memiliki kemampuan memproduksi vitamin D empat kali lebih rendah dibandingkan dengan orang dewasa muda.

Monday, October 25, 2010

2 dari 5 Penduduk Indonesia Terkena Osteoporosis


Sumber gambar : desugy.wordpress.com

Jakarta (ANTARA). Sedikitnya dua dari lima orang di Indonesia berisiko terkena osteoporosis terutama kaum wanita akibat kekurangan 50 persen kalsium yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang.


"Tingginya risiko terkena osteoporosis karena masyarakat masih belum menyadari pentingnya berolah raga setiap hari untuk menjaga kesehatannya terutama dalam memompa kandungan kalsium ditulang belakang, " kata Direktur Marketing Fonterra Brands Indonesia (Anlene), Heru Kuntjoro usai melepas 20.000 peserta dan 20 ribu balon pada gebyar Hari Osteoporosis Nasional 2010 di Jakarta, Minggu.




Menurut Heru Kuntjoro, osteoporosis merupakan masalah yang sangat serius di Indonesia, karena setiap orang memiliki risiko terkena penyakit ini . Karena itu, produsen susu Anlene sejak awal berperan aktif memberikan dukungan dan mengedukasi masyarakat Indonesia tentang osteoporosis dan pencegahannya, katanya.

Selaku mitra strategis dari International Osteoporosis Foundation (IOF), dan Kementerian kesehatan, lanjut dia , Fonterra Brand Indonesia turut aktif dalam pencanangan Hari Osteoporosis Nasional oleh menteri kesehatan yang dilaksanakan sejak 2002.

Fonterra Brand, menurut dia telah melakukan edukasi serta mengubah pola hidup masyarakat Indonesia menjadi lebih sehat demi mencegah terjadinya osteoporosis.
"Kami juga telah melakukan kampanye pemeriksaan kepadatan tulang dan bekerja sama dengan Pustlitbang Gizi Kementerian Kesehatan untuk mengolah data prevalensi osteoporosis di Indonesia serta berbagai kegiatan seminar edukatif," ucapnya.

Nutritionis and Senior Health Research Manager Fonterra Brand Joanne Todd mengatakan, Fonterra telah melakukan berbagai kegiatan penanggulangan osteoporosis di berbagai negara di dunia. Peserta di Indonesia adalah yang paling banyak dalam kegiatan tersebut.
"Kami bangga respon masyarakat sangat besar terhadap pencegahan dan keselamatan terhadap gejala osteoporosis," ucapnya.

Menurut dia, perusahaan induk (Fonterra Cooperative Group Ltd) yang merupakan produsen susu dan produk turunannya yang terbesar di dunia telah melakukan penelitian dan pengembangan kesehatan tulang yang telah menghabiskan dana 54 juta dolar AS.

Sejak 2005, jutaan orang di Asia mendapat manfaat dari pemeriksaan kesehatan tulang gratis dari Anlene yang mengukur kepadatan massa tulang dan memberikan indikasi kerentaan individu terhadap kemungkinan Osteoporosis, tambah Joanne.

Sumber : Antara (Senin, 25 Oktober 2010)

Golongan Darah O, Lebih Sulit Hamil?


REPUBLIKA.CO.ID, LONDON. Golongan darah diduga turut berpengaruh terhadap kehamilan. Para ilmuwan melaporkan, untuk pertama kalinya ditemukan bukti bahwa golongan darah mempengaruhi peluang seseorang untuk hamil.

Dari penelitian ini terungkap bahwa wanita dengan golongan darah O lebih sulit hamil karena jumlah telur yang lebih sedikit dan kualitas telur yang lebih rendah.

Temuan ini didasarkan pada penelitian terhadap lebih dari 500 wanita yang menjalani terapi kesuburan di Amerika Serikat (AS). Sedangkan wanita dengan golongan darah A cenderung memiliki jumlah telur yang lebih banyak.

"Kami menemukan bahwa wanita dengan golongan darah A dan AB terlindungi dari gejala menurunnya cadangan sel telur," kata Edward Nejat, salah seorang peneliti, Senin (25/10).

Meski demikian, Nejat mengatakan, temuan ini hanya salah satu aspek dari kesuburan wanita dan masih perlu penelitian lebih lanjut. "Usia seseorang masih menjadi faktor terpenting berhasil tidaknya untuk hamil," kata dia.

Menanggapi temuan ini ilmuwan Inggris Tony Rutherford mengatakan, ini untuk pertama kalinya ada pakar yang bisa menunjukkan kaitan antara golongan darah dan peluang untuk hamil.

Namun ia menambahkan ada hormon-hormon lain yang menyebabkan berkurangnya cadangan sel telur, yang juga penting untuk dikaji. Jadi, bagi Anda yang bergolongan darah O tak perlu terlalu khawatir dengan hasil penelitian ini.

Sumber : Republika (Selasa 26 Oktober 2010)